1




Rubyqq.com Selama bulan Ramadan, halaman Masjid Al Markaz di Jalan Masjid Raya, Makassar nampak berbeda. Banyak tenda-tenda  pedagang , membuat kompleks masjid di bawah naungan Yayasan Islamic Center Al Markaz Al Islami itu seperti pasar. Tidak kurang dari 422 lapak meramaikan festival Pasar Ramadan tersebut.

Para pedagang menjual berbagai barang, mulai dari mainan anak-anak, perhiasan, pakaian, sepatu, busana muslim hingga peralatan ibadah seperti mukena, jilbab, songkok, sarung dan tasbih. Selain itu, juga tersebar penjual makanan dan camilan semua ada.

Ratusan lapak masing-masing berukuran 2x2 meter itu disewakan. Harga sewa bisa mencapai Rp 3 juta selama sebulan. Keuntungan pengelolaan lahan sewa tersebut tidak kurang dari Rp 1,2 miliar selama Bulan  Ramadan . 

Nadjamuddin Madjied, ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Ekonomi dan Keuangan Yayasan Islamic Center Al Markaz Al Islami mengatakan, pasar Ramadan setiap tahun dibuka untuk melayani kebutuhan warga sekaligus untuk menggerakkan ekonomi umat.

Sebelumnya lokasi berjualan di teras dan di selasar masjid, namun sejak enam tahun lalu Jusuf Kalla selaku ketua yayasan menyarakan lokasi pasar malamnya digeser lebih ke depan, tepatnya di halaman dan lahan parkir serta disediakan lapak lengkap dengan tenda agar tampak lebih rapi dan bersih.


"Alhamdulillah terjadi peningkatan jumlah peserta atau penjual yang tadinya sekira 400, kini meningkat 10 persen. Hampir 500-an penjual di pasar  malam tersebut. Itu artinya mereka merasa mendapat keuntungan dari pasar Ramadan ini karena jika tidak ada keuntungan, tidak mungkin mereka bertahan menyewa setiap tahunnya," kata Nadjamuddin Madjied.



Pihak panitia pelaksana, tambahnya, tidak mengintervensi harga barang yang dijual. Tapi sepertinya harga yang ditawarkan itu lebih murah sedikit sehingga pengunjungnya pun selalu membeludak.



Pemasukan dari penyewaan lapak di pasar Ramadan itu yang mencapai Rp 1,2 miliar, kata Nadjamuddin Madjied, adalah pemasukan terbesar karena mampu mendukung 50 persen biaya operasional Masjid Al Markaz. Adapun pengeluaran terbesar adalah untuk kegiatan ibadah dan dakwah termasuk insentif kepada para mubalig dan lima imam masjid.





Karena kita mengutamakan kenikmatan ibadah, maka yang kita prioritaskan adalah petugas yang profesional, yang bacaannya bagus, mubalig yang berbobot, qori dan qoriah internasional sehingga insentif yang diberikan cukup tinggi. Terbesarlah di Makassar," tambah Nadjamuddin Madjied. 




Sementara itu, Nurlaelah (31), salah seorang penjual pakaian di dalam pasar Ramadan mengaku selalu untung selama berjualan. Dari tiga lapak yang disewa, pendapatan sebulan bisa mencapai Rp 70 juta.

"Saya tidak punya toko atau lods di pasar. Saya hanya penjual yang mengejar pasar-pasar malam dan pameran. Termasuk di Al Markaz, ini tahun ke empat saya berjualan. Keuntungannya lumayan, ada sekitar Rp 70 juta selama sebulan dari tiga lapak yang saya sewa di pasar malam tersebut" tutur Nurlaela



Posting Komentar


  1. Buruan Daftarkan Diri Anda di lemonpoker dan dapatkan FREECHIP 15.000 hanya di L-E-M-O-N-P-O-K-E-R-8-8COM
    hanya dengan like dan share FANSPAGE saja sudah bisa mendapatkan FREECHIP LANGSUNG KE ID anda,buruan daftar yuk..!! tunggu apa lagi ^^
    * Syarat dan ketentuan berlaku

    BalasHapus

 
Top