0

Buah dan sayur selama ini menjadi makanan yang dianjurkan oleh para dokter dan badan kesehatan untuk hidup sehat karena kealamiannya dan tidak diolah di pabrik dengan berbagai bahan kimia. Buah dan sayur sudah menjadi bahan dasar produk antioksidan dan anti-ageing. Tetapi bagaimana jika akhirnya mereka juga mengandung bahan kimia yang selama ini Anda hindari?



Namun, saat berbelanja di supermarket Anda pasti mendapati beberapa buah yang tampilannya sangat segar, dengan warna yang terang tanpa cacat, bentuknya pun bisa bagus, tidak seperti buah-buah yang Anda lihat di pohon. Buah-buah tersebut sebelum sampai ke tangan para pedagang, memerlukan pengiriman dan perpindahan tangan dari petani sampai ke tangan pembeli seperti Anda. Anda bisa membayangkan jika buah-buah yang sudah matang tersebut dipindah-pindah dari kotak satu ke kotak lain, dari truk yang satu ke truk yang lain, begitu seterusnya. Buah-buah yang matang itu bisa jadi bonyok, dan akhirnya busuk. Karena itulah buah-buah tersebut dipetik dari pohonnya sebelum matang, supaya tekstur mereka tetap kuat tidak mudah penyok dan busuk selama pengiriman, dan sebelum dijual buah-buah tersebut diberi bahan kimia supaya cepat matang, meskipun tidak lagi menempel pada pohon. Hal ini bisa berlaku juga buah sayur-sayuran yang belum matang, dipangkas dari pohonnya dan dimatangkan setelah mereka siap dijual.


Anda bisa melihat bentuk pisang dan tomat yang tetap bagus di supermarket tanpa cacat pada kulitnya, warna pisang yang satu dengan yang lainnya sama, dan tampak lebih awet atau tahan busuk. Hal ini karena kandungan bahan kimia di dalamnya yang membuatnya tetap tampak segar dan tidak busuk. Bahan kimia yang biasanya digunakan untuk mematangkan buah adalah ethylene, tetapi belakangan ini ethane, calcium carbide dan ethephon mulai digunakan untuk mempercepat kematangan buah. Pematangan ini melewati sistem gas emission atau sistem ethylene generator, tergantung seberapa besar tingkat kematangan yang diinginkan.


Anda tidak suka membeli buah yang masih mentah bukan? Pasti semua suka membeli buah yang sudah matang dan siap dimakan, tetapi sayangnya bahan yang membuat buah-buah itu lebih cepat masak membawa dampak yang buruk bagi kesehatan tubuh kita. Bagaimana kerja bahan-bahan kimia tersebut sehingga dapat membahayakan kesehatan kita? The Times Of India memberikan gambaran tentang bahan kimia yang dipakai untuk mematangkan buah-buahan dan dampaknya bagi kesehatan kita.

- Ethylene
Senyawa yang bisa mempengaruhi sistem syaraf pada manusia ini dapat mempengaruhi fungsi penglihatan, kulit, paru-paru dan daya ingat, serta dapat memperparah penyakit hypoxia yaitu kurangnya supply oksigen ke dalam tubuh kita.

- Ethephon
Bahan kimia yang dapat mengatur pertumbuhan tanaman ini bisa membuat buah-buah matang sebelum waktunya, seperti apel, blackberry, blueberry, cranberry, morello cherry, citrus, kismis, ara, tomat, tebu, kopi dan merica. Ethephon dapat bergabung dengan senyawa ethylene dengan mudah, dan keduanya dapat mengganggu kesehatan kita.

- Bethylene
Semenjak penggunaan ethephon dilarang oleh badan pengawas makanan, para petani menggunakan bethylene untuk membuat tanaman mereka lebih cepat matang, tetapi penggunaan bethylene dalam jumlah yang dianjurkan malah mengurangi rasa dan kandungan nutrisi dari buah tersebut serta tidak tahan lama. Sehingga banyak petani yang menggunakan bethylene dalam jumlah yang berlebihan. Hal itulah yang akhirnya membahayakan kesehatan manusia.

- Pestisida
Selain menggunakan bahan kimia yang mempercepat kematangan buah, para petani juga menggunakan pestisida untuk memberantas hama, cairan yang menempel pada tanaman tersebut juga dapat merusak kesehatan kita.


Jika buah dan sayuran yang biasa kita konsumsi setiap hari mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh, kita perlu mengikuti langkah-langkah yang efektif dalam menghadapinya dengan cara:

- Cucilah sayur dan buah yang Anda makan dengan air yang dicampur dengan garam dan cairan lime. Anda perlu menenggelamkan seluruh bagian buah dan sayur tersebut dan mendiamkannya selama 5-7 menit. Setelah itu Anda bisa membilasnya dengan air biasa, lalu membiarkannya sampai kering sebelum Anda memakannya.


- Dalam memilih buah, perhatikan apakah pada permukaan buah tersebut terdapat bekas tusukan atau suntikan, tanda kuku atau aplikasi bubuk. Jika Anda menemukan salah satu tanda atau bahkan ketiganya, jangan ambil buah tersebut. Pilihlah buah dengan permukaan yang benar-benar rata dan bersih serta tidak mencurigakan.


Posting Komentar

 
Top