1


Martinus Asworo (33) berusaha menutupi peristiwa pembunuhan terhadap tunangannya, Chatarina Wiedyawati alias Wiwit (30). Tersangka akhirnya ditangkap polisi setelah sebulan bersembunyi di daerah Lampung.

Kepada wartawan, Asworo mengaku menyesalkan telah membunuh Wiwit yang semestinya dia nikahi September 2017. Namun karena terlalu emosi, dia mengaku tidak bisa berpikir jernih sebelum mengambil tindakan.
"Saya menyesal, saya khilaf. Itu karena saya terbawa emosi," ungkap tersangka Asworo di Mapolda Sumsel, Rabu (14/6).

Dia menceritakan, pada 6 Mei 2017, dirinya menjemput Wiwit di Prabumulih dengan alasan mengajak pre wedding dan membeli souvenir pernikahan di Yogyakarta. Dalam perjalanan menuju Palembang, Asworo kaget ditanya Wiwit berapa banyak tabungan untuk pernikahan mereka.

Saat itu Wiwit mengaku sedang tidak punya uang. Asworo pun kesal karena selama ini dirinya mengandalkan Wiwit untuk memenuhi seluruh kebutuhan persiapan pernikahan, termasuk pre wedding.

"Saya kira dia (korban) punya uang, tapi tidak punya juga, makanya saya bingung," ujarnya.

Setiba di Palembang, Asworo mengajak korban menginap di Hotel Azzah di Jalan Angkatan 45 Palembang. Dia awalnya ingin ikut menginap tetapi memilih kembali ke mess tempatnya bekerja.

"Saya tidak mood lagi karena cerita siangnya. Saya biarkan dia nginap di hotel sendiri," kata dia.

Keesokan harinya pada tanggal 7 Mei 2017 pukul 05.00 WIB, Asworo menjemput korban di hotel dengan mobil sewaan. Mereka menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang untuk terbang ke Yogyakarta, namun tiket belum dipesan.

Ternyata, di dalam mobil mereka kembali cekcok mulut. Lagi-lagi masalahnya karena biaya nikah. Asworo dibuat emosi karena korban menuntutnya mempersiapkan seluruh biaya pernikahan.

Cekcok mulut akhirnya berujung pembunuhan. Asworo menonjok wajah korban dan memukuli korban dengan kunci setir berkali-kali. Saat sekarat, korban dibuang ke semak-semak.

"Saya emosi dibuat begitu, karena tadinya semua biaya ditanggung dia (korban). Ini saya yang disuruh juga," terangnya.

Usai membunuh, tersangka memeloroti seluruh harta benda korban, salah satunya ATM berisi uang Rp 7 juga. Malam harinya, tersangka menyerahkan mobil sewaan yang telah dicuci terlebih dahulu.

Tanggal 8, tersangka pergi ke Indralaya, Ogan Ilir, dengan tujuan menjual sepeda motornya. Lalu, dia berangkat ke Lampung dengan menumpang mobil travel.

Selama di Lampung, Asworo sempat menginap di hotel berbintang dan pindah ke beberapa tempat lain. Akhirnya, dia tertangkap di tempat persembunyian terakhir.

"Saya jual motor agar hilangkan jejak, saya ke Lampung karena ada teman di sana," pungkasnya...

Posting Komentar

  1. KAMI MEMANG BUKAN YANG TERBESAR TAPI KAMI BISA DIPERCAYA..

    WWW.BOLAPELANGI.COM Adalah bandar taruhan dengan pasaran terbaik di Indonesia. Cukup dengan 1 id kamu bisa bermain untuk semua jenis permainan yaitu :

    **SPORTBOOKS
    **CASINO LIVE
    **GAME SLOT
    **TOGEL ONLINE
    **TANGKAS
    **DOMINOQQ
    **BANDARQ
    **BANDAR POKER
    **POKER
    **CAPSA SUSUN
    **ADU Q

    Dapatkan juga bonus dan promo menarik dari kami yang antara lain :

    * Cashback Terbesar Di asia *
    * Rollingan Casino Terbesar *
    * Bonus Refferal Seumur Hidup *
    * Discount Full Togel (2d = 29.5% , 3d = 59.5% , 4d = 66%) *

    Kami memprioritaskan keamanan & kenyamanan serta membantu memberikan yang terbaik bagi member kami.
    Info lebih jelas silahkan hubungi kami melalui :

    * Livechat BolaPelangi *
    * BBM : D621F946 (INDAH) *
    * WHATSAPP : +855963551436 (INDAH) *
    * LINE : BOLAPELANGI (INDAH) *
    * TWITTER : @csbolapelangi *
    * INSTAGRAM : Bellacsbolapelangi *

    http://mampirbacadiblogbarcode.blogspot.com/2017/06/bea-cukai-jawa-timur-amankan-9-juta.html

    http://bandarjudibolapelangi.blogspot.com/2017/06/8-kunci-sukses-dari-boss-whatsapp.html

    BalasHapus

 
Top